jabar.jpnn.com, DEPOK - Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, Jawa Barat, menyiapkan sejumlah strategi untuk menangani kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung yang kini mengalami kelebihan kapasitas atau overload.
Kepala DLHK Kota Depok Reni Siti Nuraeni mengatakan TPA Cipayung telah beroperasi sejak 2014.
Seiring pertumbuhan penduduk dan meningkatnya timbunan sampah, kapasitas tempat pembuangan tersebut kini semakin terbatas.
“Sekarang ini kondisi TPA Cipayung sudah dianggap overload. Dengan jumlah penduduk Depok sekitar 2,2 juta jiwa, timbunan sampah yang dihasilkan mencapai sekitar 1.279 ton per hari,” kata Reni.
Menurut dia, kondisi tersebut membutuhkan penanganan secara bertahap, baik pada sisi hulu maupun hilir. Pemerintah Kota Depok pun menyiapkan sejumlah strategi untuk mengurangi beban TPA Cipayung.
DLHK Depok Siapkan RDF Plant
Salah satu strategi yang disiapkan adalah pembangunan fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) Plant di kawasan TPA Cipayung.
Fasilitas tersebut nantinya digunakan untuk mengolah sampah, termasuk timbunan sampah yang berada di TPA, menjadi bahan bakar alternatif berupa RDF.



















































