jatim.jpnn.com, SURABAYA - Tren olahraga baru seperti padel turut memicu peningkatan kasus cedera yang ditangani klinik fisioterapi. Kondisi ini menjadi salah satu alasan Physiorehab membuka cabang baru di kawasan Surabaya Barat untuk mengakomodasi tingginya permintaan layanan rehabilitasi dan pemulihan cedera.
Owner Physiorehab Simon Tri Prasetyo mengatakan perkembangan industri fisioterapi mengalami lonjakan signifikan pascapandemi Covid-19. Meningkatnya kesadaran masyarakat untuk berolahraga berbanding lurus dengan kebutuhan layanan pemulihan cedera.
“Kalau belakangan ini klinik fisioterapi berkembang luar biasa. Pasca-Covid, orang makin banyak berolahraga dan kebutuhan fisioterapi juga meningkat sangat tinggi,” ujar Simon, Senin (15/6).
Menurutnya, cabang Surabaya Barat dibuka setelah fasilitas Physiorehab Surabaya Timur mencapai kapasitas maksimal. Selain itu, banyak pasien dari wilayah barat Surabaya yang menginginkan layanan lebih dekat.
“Tempat tidur di Surabaya Timur sudah full capacity. Banyak pasien dari Surabaya Barat yang harus menempuh perjalanan sekitar 40 menit sehingga kami membuka cabang baru di sini,” katanya.
Cabang baru tersebut memiliki kapasitas pelayanan hingga 10 pasien per jam dengan sistem reservasi atau by appointment only. Konsep tersebut diterapkan agar pelayanan lebih terstruktur dan pasien tidak perlu menunggu lama.
Selain ruang perawatan privat, Physiorehab juga melengkapi fasilitasnya dengan peralatan fisioterapi modern serta area gym rehabilitasi untuk menunjang pemulihan berbagai jenis cedera muskuloskeletal.
Simon menjelaskan kasus yang paling banyak ditangani saat ini adalah nyeri pinggang atau yang dikenal masyarakat sebagai 'boyokan', disusul cedera lutut. Banyak pasien merupakan pascaoperasi saraf kejepit maupun operasi lutut yang membutuhkan rehabilitasi dalam jangka panjang.


















































