jogja.jpnn.com, SLEMAN - Langkah mulus PSS Sleman di putaran ketiga Grup Timur Pegadaian Championship 2025/2026 akhirnya menemui batu sandungan. Rekor tak terkalahkan dalam empat laga beruntun Laskar Sembada resmi terhenti setelah menyerah tipis 0-1 dari tuan rumah PS Barito Putera di Stadion 17 Mei, Sabtu malam (11/4).
Gol tunggal kemenangan Laskar Antasari dicetak oleh bek Barito Putera Renan Alves pada menit ke-77 melalui tendangan keras di dalam kotak penalti.
Kekalahan ini memicu alarm waspada di kubu Sleman, mengingat posisi mereka di puncak klasemen kini terancam oleh para pesaing di bawahnya.
Pelatih Kepala PSS Sleman Ansyari Lubis tidak menampik bahwa anak asuhnya sempat kehilangan momentum di babak kedua.
Ia menilai kelengahan dalam menjaga kedalaman pertahanan menjadi kunci kemenangan lawan yang berhasil memanfaatkan celah di sisi kanan pertahanan Sleman.
"Ketika kami tidak menjaga konsentrasi dan fokus selama pertandingan, kami pasti akan dihukum lewat gol dari mereka. Namun, saya rasa hasil ini akan membuat seluruh pemain dan tim pelatih bekerja lebih keras lagi untuk tiga pertandingan ke depan," tegas Ansyari dalam sesi jumpa pers pascapertandingan.
Gelandang muda Figo Denis juga mengakui hasil ini jauh dari target tim. Meski kecewa, ia menegaskan bahwa ambisi untuk kembali ke kasta tertinggi tetap jadi fokus utama. Menurutnya, tiga laga sisa akan menjadi medan pertempuran hidup mati bagi PSS Sleman.
“Hasil pertandingan malam ini tentu bukan yang diharapkan oleh PSS Sleman. Dari laga tersebut, banyak hal yang dapat dijadikan bahan evaluasi untuk segera diperbaiki ke depan. Meski demikian, perjalanan kompetisi masih menyisakan tiga pertandingan yang sangat penting bagi PSS Sleman,” ungkap Figo Denis.



















































