jateng.jpnn.com, SEMARANG - Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti merespons kecelakaan truk trailer meluncur bebas dengan kecepatan tinggi di Turunan Silayur, Kecamatan Ngaliyan yang terjadi pada Jumat (10/4).
Agustina menyatakan biang kerok kecelakaan yang berulang kali terjadi di Turunan Silayur, Kecamatan Ngaliyan merupakan buntut dari kesalahan tata ruang.
Menurutnya, jalur dengan kemiringan yang curam disebut tidak dirancang untuk dilalui kendaraan berat dengan tonase tinggi.
“Iya, harus diakui, tata ruang kami memang keliru. Kemiringan jalannya menurut saya tidak layak untuk kendaraan besar, apalagi dengan muatan berat,” ujar Agustina di Balai Kota Semarang, Jumat (10/4) sore.
Meski demikian, jalur itu disebut tetap digunakan karena menjadi akses utama menuju kawasan industri dan pabrik di BSB City. Kondisi ini dinilai memperumit upaya penanganan karena adanya kepentingan distribusi logistik.
Agustina menyayangkan beroperasinya truk sumbu tiga di luar izin yang ditentukan. Truk sumbu tiga boleh melintasi mulai pukul 23.00 WIB hingga pukul 05.00 WIB.
Meski telah diatur, pihaknya meminta penguatan pengawasan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) dan Sat Lantas Polrestabes Semarang untuk menekan risiko kecelakaan di jalur tengkorak tersebut.
Selain itu, dirinya meminta para pengusaha truk bisa memahami aturan yang berlaku demi keselamatan semua pihak, terutama warga Kota Semarang.

















































