UMKM Dinilai Tetap Tangguh Meski Dibayangi Gempuran Produk China

5 days ago 2

UMKM Dinilai Tetap Tangguh Meski Dibayangi Gempuran Produk China

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Pemerhati Cina sekaligus dosen tetap di Program Pascasarjana Ilmu Komunikasi serta Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik di Universitas Pelita Harapan (UPH), Johanes Herlijanto, saat menjadi pembicara dalam seminar berjudul “Jakarta Hustle: Resilience and Resourcefulness beyond E-Commerce Platform,” Jakarta 8 Juli 2026. Foto: FSI

jpnn.com, JAKARTA - Banjir produk murah asal China yang masuk ke pasar Indonesia melalui platform perdagangan elektronik masih menjadi tantangan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Namun, penelitian terbaru menunjukkan pelaku UMKM tetap mampu bertahan dengan mengandalkan jejaring lokal, rantai pasok, dan kedekatan dengan konsumen.

Temuan tersebut disampaikan dalam seminar bertajuk "Jakarta Hustle: Resilience and Resourcefulness beyond E-Commerce Platform" yang digelar di Gedung SMESCO, Jakarta, Rabu (8/7) lalu.

Seminar merupakan kolaborasi British Academy, University of the West of England (UWE), Magister Ilmu Komunikasi Universitas Pelita Harapan (UPH), dan Kementerian UMKM.

Pemerhati China sekaligus dosen Program Pascasarjana Ilmu Komunikasi dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pelita Harapan (UPH), Johanes Herlijanto, mengatakan anggapan bahwa produk asal China yang dijual melalui platform digital menerapkan praktik predatory pricing masih belum dapat dibuktikan secara hukum.

"Meskipun anggapan bahwa barang-barang asal China yang dijual di TikTok melakukan praktik predatory pricing sangat populer dalam tiga tahun terakhir, anggapan itu masih berupa wacana dan belum bisa dibuktikan secara hukum," ujar Johanes.

Meski demikian, dia mengakui produk-produk asal China memang dipasarkan dengan harga yang sangat murah.

Menurut Johanes, sekitar satu dekade lalu kondisi tersebut justru membantu pelaku UMKM karena pedagang daring dapat memperoleh barang dengan harga terjangkau untuk dijual kembali.

Penelitian mengungkap UMKM tetap bertahan menghadapi banjir produk murah asal China berkat jejaring lokal.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |