jpnn.com, JAKARTA - Unika Atma Jaya berkomitmen lingkungan pendidikan kampus harus terbuka bagi mahasiswa dengan beragam latar belakang, termasuk penyandang disabilitas.
Salah satu mahasiswa, Michael Cipta Oey, mahasiswa baru Program Studi Bimbingan dan Konseling angkatan 2026, menjadi gambaran komitmen dalam menghadirkan kesempatan setara yang inklusif.
Michael memilih UAJ untuk melanjutkan pendidikan sekaligus mengembangkan minatnya di bidang Bimbingan dan Konseling.
Sebagai penyandang disabilitas netra, ia mengetahui UAJ dari teman dan kenalan sesama penyandang disabilitas sebagai kampus yang terbuka bagi mahasiswa disabilitas.
“Pendidikan itu adalah hak semua orang. Semua orang bisa belajar meskipun memiliki kondisi yang berbeda,” ungkap Michael saat mengikuti Inisiasi Student Life Journey (INI-SLJ) 2026 baru-baru ini.
Dia menyadari belajar adalah sesuatu yang universal dan bisa dilakukan siapa saja, termasuk teman-teman dengan disabilitas.
“Jadi, jangan menyerah untuk belajar. Kondisi disabilitas bukan berarti kemampuan untuk belajar menjadi terbatas,” ujar Michael.
Unika Atma Jaya menyediakan fasilitas penunjang aksesibilitas dan pembelajaran bagi mahasiswa penyandang disabilitas.






















































