jpnn.com - Anda sudah tahu: pemimpin yang baik adalah yang bisa mengajak rakyatnya ikut membangun.
Ups...tidak sepenuhnya begitu. Itu terlalu lambat. Pemimpin bisa tidak sabar. Apalagi kalau bergegas menginginkan hasil: yang bisa dipakai modal untuk merebut periode kedua.
Gubernur Universitas Republik Indonesia Donny Ermawan Taufanto (kanan) memberikan pernyataan pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (22/7/2026). (ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden)
Ada istilah lama yang saya hampir lupa: partisipasi. Itu salah satu mantra Orde Baru. Kata partisipasi sangat populer sampai ke desa --sering diplesetkan jadi partisisapi. Sama populernya dengan kata "proyek".
Ayah saya termasuk yang bisa mengucapkan "partisipasi" dan "proyek" tapi tidak tahu arti kedua kata itu.
Suatu saat ayah, tidak lulus SD, memanggil saya untuk duduk dekat di sebelahnya. "Dakelan," katanya lirih memanggil nama saya, "kok orang-orang sering ngomong 'proyek', itu artinya apa?" ujar ayah dalam bahasa Jawa setengah berbisik.
"Gak usah dipikir, pak," jawab saya. "Yang penting bapak, kan, rajin partisisapi" tambah saya.
Maka ketika di Dismorning Rabu lalu saya usul agar proyek Universitas Republik Indonesia (URI) dicangkokkan ke universitas ternama yang sudah ada itu dalam rangka membangun partisipasi itu. Agar tidak semua program bersifat top down.

.jpeg)



















































