WAG Belanja RSUD Jadi Saksi Bisu Dosa-Dosa Fadia A Rafiq

3 hours ago 11

WAG Belanja RSUD Jadi Saksi Bisu Dosa-Dosa Fadia A Rafiq

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Bupati Pekalongan Fadia A Rafiq berusaha menyembunyikan muka seusai menjalani pemeriksaan di gedung KPK Merah Putih, Jakarta, Rabu (4/3). Foto: Ricardo/JPNN

jpnn.com - JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi mengungkap bahwa staf dari Bupati Pekalongan Fadia A Rafiq (Fadia Arafiq) selalu mendokumentasikan pengambilan uang hasil tindak pidana korupsi di grup WhatsApp.

"Setiap pengambilan uang untuk bupati, stafnya selalu melaporkan, mendokumentasikan dan mengirimkan melalui grup WA,” ujar Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (4/3).

Asep mengatakan Fadia kemudian mengelola ataupun mendistribusikan uang tersebut kepada pihak-pihak terkait.

“Jadi, mengelola uang yang masuk berapa maupun penagihan kalau ada dinas yang belum membayar,” katanya.

Kalau ada dinas atau satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang belum membayar pengadaan jasa, Fadia langsung memberikan perintah untuk segera bayar.

Asep mengungka, salah satu grup WA yang menjadi tempat mengirim dokumentasi tersebut bernama “Belanja RSUD”.

Sebelumnya, pada 3 Maret 2026, KPK menangkap Fadia bersama ajudan dan orang kepercayaannya di wilayah Semarang, Jawa Tengah.

Kemudian, KPK mengumumkan menangkap sebelas orang lain dari Pekalongan, Jawa Tengah.

Bupati Pekalongan Fadia A Rafiq kemudian mengelola ataupun mendistribusikan uang tersebut kepada pihak-pihak terkait.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |