jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat meminta Sensus Ekonomi 2026 harus mampu menghasilkan data yang rinci dan komprehensif agar kebijakan peningkatan partisipasi perempuan di sektor ekonomi tepat sasaran.
"Momentum pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 merupakan langkah strategis untuk mendapatkan data rinci dan komprehensif sebagai dasar penerapan kebijakan yang mampu meningkatkan partisipasi perempuan di sektor ekonomi," kata Lestari Moerdijat.
Sensus Ekonomi 2026 yang dilaksanakan Badan Pusat Statistik (BPS) berlangsung dari Mei hingga Agustus 2026.
Secara umum, kegiatan itu bertujuan mengumpulkan dan menyajikan data dasar mengenai seluruh aktivitas usaha di Indonesia.
Menurut Lestari, Sensus Ekonomi 2026 harus menghasilkan data yang rinci agar bisa menjadi dasar bagi para pengambil keputusan dalam membuat kebijakan.
Dengan begitu, tambah Rerie yang akrab disapa, kebijakan yang lahir tidak bersifat umum, melainkan tepat sasaran dan responsif terhadap hambatan nyata yang dihadapi perempuan.
Menurut Rerie, tanpa data yang memadai, upaya mendorong kesetaraan ekonomi bagi perempuan akan berjalan di tempat.
"Ketika kita memperjuangkan hak-hak perempuan, sejatinya kita sedang berupaya memperkokoh peradaban bangsa. Saat ini, perempuan masih berhadapan dengan 'tembok kaca' struktural dan kultural yang menghambat akses mereka ke pekerjaan layak dan posisi strategis," ujar anggota Komisi X DPR itu.





















































