jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta melakukan penyelidikan epidemiologi menyusul temuan enam kasus positif campak sejak awal Januari hingga pekan kedelapan 2026. Langkah ini diambil guna memetakan sumber penularan dan mencegah potensi penyebaran yang lebih luas di masyarakat.
Ketua Tim Kerja Surveilans Dinkes Kota Yogyakarta Solikhin Dwi Ramtana mengungkapkan bahwa hingga saat ini pihaknya telah mencatat sebanyak 45 kasus suspek campak. Dari jumlah tersebut, enam di antaranya telah terkonfirmasi positif melalui uji laboratorium.
Berdasarkan data lapangan, mayoritas kasus yang ditemukan pada awal tahun ini menyerang anak-anak usia sekolah.
Rentang usia pasien yang terkonfirmasi meliputi balita di bawah satu tahun, anak usia 4, 8, dan 11 tahun, remaja usia 15 tahun, hingga satu kasus pada orang dewasa berusia 28 tahun.
Guna mencegah penularan di lingkungan pendidikan, Dinkes memberikan instruksi khusus bagi siswa yang terinfeksi.
"Kalau yang anak sekolah, kami sarankan tidak masuk sekolah dahulu sampai kondisinya benar-benar membaik," ujar Solikhin pada Selasa (10/3).
Jika menilik data tahun-tahun sebelumnya, terdapat indikasi kenaikan kasus di awal tahun ini. Sebagai gambaran, sepanjang 2024 tercatat ada 19 kasus, sementara selama satu tahun penuh pada 2025 ditemukan 13 kasus.
Solikhin mengakui adanya peningkatan frekuensi temuan jika dibandingkan dengan rata-rata awal tahun sebelumnya.



















































