jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi II DPR RI Deddy Yevri Sitorus mengaku heran pemerintah menetapkan work from home (WFH) terhadap ASN dilakukan setiap Jumat.
Legislator fraksi PDI Perjuangan itu menilai penerapan WFH setiap Jumat berpotensi tidak sejalan dengan penghematan bahan bakar minyak (BBM).
"Ya, terus terang saya bingung jika hari Jumat yang dipilih untuk WFH, karena ada potensi bahwa itu tidak akan efektif menekan konsumsi BBM," kata Deddy melalui layanan pesan, Rabu (1/4).
Dia mengaku tak memahami alasan terperinci WFH dibuat setiap Jumat yang membuat akhir pekan ASN akan panjang.
"Saya tidak mengerti apa dasarnya memilih long weekend sebagai hari WFH, untuk itu kami menunggu dulu penjelasan pemerintah," lanjut Deddy.
Menurut legislator Dapil Kalimantan Utara (Kaltara) itu, kebijakan WFH seharusnya menghitung psikososial, proyeksi aktivitas ekonomi, pola mobilitas, hingga konsumsi publik.
"Banyak hitungan lain berdasarkan berbagai skenario," kata Deddy.
Dia mengatakan DPR perlu melihat dalam dua atau tiga pekan ke depan sebelum mendorong evaluasi kebijakan WFH setiap Jumat.



















































