jabar.jpnn.com, KOTA BANDUNG - Bagaimana rasanya masuk ke dalam dunia yang selama ini hanya hidup di kepala seorang seniman?
Pertanyaan itu seolah mendapat jawabannya ketika melangkah ke Sulu in Wo(u)nderland, ruang kuliner terbaru di lantai 5 Hompimplay, Dago Pakar, Kota Bandung.
Alih-alih menghadirkan restoran dengan konsep ruang makan yang konvensional, tempat ini mengajak pengunjung menjelajahi sebuah dunia kecil yang dipenuhi karakter, visual, hingga berbagai elemen kuliner.
Di sini, pengunjung bahkan tidak sekadar disebut sebagai tamu. Mereka diajak menjadi citizen of Wo(u)nderland.
Konsep tersebut merupakan bagian dari langkah baru seniman asal Bandung, Arkiv Vilmansa, bersam timnya dalam mengembangkan sebuah intellectual property (IP) bernama Sulu.
Sulu menjadi entitas terbaru dalam semesta kreatif Arkiverse yang dibangun Arkiv. Berbeda dengan proyek-proyek Arkiv Studio sebelumnya, IP ini disiapkan agar dapat berkembang lebih jauh dan masuk ke berbagai lini bisnis.
"Jauh dari apa yang sudah kami lakukan sekarang. Sebenarnya saya mau menceritakan dulu kenapa ini terjadi," kata Arkiv kepada JPNN di lokasi.
Arkiv mengatakan, ide tersebut berawal dari mimpi yang sudah cukup lama dibicarakan bersama salah satu partnernya, Ines. Namun, pada saat itu, tim yang dimiliki keduanya belum cukup siap untuk merealisasikan gagasan tersebut.



















































