jatim.jpnn.com, SURABAYA - Badan Pusat Statistik (BPS) Surabaya menanggapi soal 181.867 kepala keluarga atau KK di Kota Surabaya, yang belum masuk pembaruan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Data dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) menyebutkan hanya 1.026.192 KK yang sudah masuk dalam DTSEN.i Dsdukcapil berdalih 181 ribu KK belum masuk DTSEN karena petugas lapangan kesulitan menemui keluarga.
Kepala BPS Kota Surabaya Arrief Chandra Setiawan mengatakan pembaruan DTSEN memiliki manfaat strategis karena kondisi sosial ekonomi masyarakat bersifat dinamis.
“Terutama beberapa pekerja sektor informal. Pendapatan mereka dapat berubah cepat,” ujar Arrief.
BPS Kota Surabaya akan mengawal kualitas dan validitas data di lapangan, mengingat pembaruan penting bagi penyaluran bantuan sosial.
“Bisa saja sebelumnya berada di desil 7, sekarang turun ke desil 6 atau bahkan desil 1. Updating diperlukan agar program bantuan tidak salah sasaran,” jelasnya.
Menurutnya, pembaruan bisa meminimalkan inclusion error maupun exclusion error, termasuk pada Penerima Bantuan Iuran (PBI).
“Maka dari itu, ke depan pembaruan data akan dilakukan secara berkala setiap tiga bulan oleh BPS Pusat,” kata Arrief. (mcr23/jpnn)
















































