jpnn.com, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menegaskan komitmennya untuk melanjutkan program pemasangan CCTV di seluruh wilayah Jakarta.
Program yang menjadi janji kampanyenya ini ditargetkan mulai melengkapi sarana transportasi dan pemukiman warga dalam tahun ini.
“Ternyata untuk CCTV bukan sesuatu yang susah, karena sekarang dengan teknologi yang ada, kami bisa mengoneksikan CCTV yang dimiliki oleh kantor-kantor dan sebagainya. Sehingga program itu akan kami lanjutkan,” kata Pramono usai acara Satu Tahun Membangun Jakarta Dari Bawah di Taman Bendera Pusaka, Jakarta Selatan, Jumat.
Pramono berharap dalam tahun ini Jakarta akan mempunyai CCTV yang lebih lengkap, terutama untuk sarana transportasi.
Sebelumnya, saat masih masa kampanye, Pramono menyatakan keinginannya bila terpilih ingin agar semua RT dan RW di Jakarta mempunyai kamera pengawas (CCTV) demi mengurangi tingkat kerawanan dan kriminalitas.
Merujuk hasil kajian tahun 2017, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta idealnya membutuhkan CCTV sebanyak 70 ribu titik.
Hingga pertengahan tahun 2024, layanan CCTV oleh Pemprov DKI Jakarta terealisasi di 747 titik. Penyebarannya yakni, Jakarta Pusat sebanyak 180 titik, Jakarta Barat 160 titik, Jakarta Utara 75 titik, Jakarta Timur 160 titik, dan Jakarta Selatan sebanyak 172 titik.
Pramono meyakini, program ini dapat menekan kasus narkoba serta mencegah tawuran di ibu kota.



















































