jatim.jpnn.com, SITUBONDO - Sebanyak 19 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Situbondo berhenti beroperasi.
Penghentian operasional tersebut dipicu berbagai persoalan, mulai dari keterlambatan pencairan dana hingga ketidaksesuaian standar fasilitas dan pengelolaan dapur umum.
Ketua Satgas MBG Kabupaten Situbondo Akhmad Yulianto mengatakan sebagian besar SPPG berhenti beroperasi karena terkendala pencairan dana virtual account (VA).
Selain itu, sejumlah dapur umum juga dihentikan sementara setelah ditemukan ketidaksesuaian standar instalasi pengolahan air limbah (Ipal), infrastruktur, tata kelola, dan fasilitas pendukung lainnya.
"Sebagian besar juga SPPG berhenti beroperasi karena terkendala pencairan dana. Data tersebut kami peroleh dari Koordinator Badan Gizi Nasional Wilayah Situbondo," kata Yulianto, Jumat (5/6).
Menurut dia, terdapat lima SPPG yang dihentikan sementara karena instalasi pengolahan air limbah tidak memenuhi standar yang ditetapkan.
Selain itu, dua dapur umum lainnya juga disetop sementara karena persoalan infrastruktur, fasilitas, dan tata kelola yang belum sesuai ketentuan.
Sementara itu, 12 SPPG lainnya terpaksa menghentikan operasional karena dana operasional belum cair.



















































