jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Dinas Perhubungan (Dishub) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memprediksi puncak arus balik Lebaran 2026 akan terjadi dalam dua fase. Gelombang pertama diperkirakan jatuh pada kemarin, Selasa (24/3), seiring dengan berakhirnya masa cuti bersama bagi sebagian besar instansi pemerintah dan swasta.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub DIY Rizki Budi Utomo mengatakan pola perjalanan pemudik tahun ini cenderung tidak menumpuk pada satu waktu.
Hal ini dipengaruhi oleh kebijakan work from anywhere (WFA) dan pengambilan cuti tambahan di sektor swasta.
"Prediksi dua gelombang. Pertama, hari ini karena kantor sudah masuk besok. Kedua, nanti pada Minggu (29/3). Kami agak terbantu dengan adanya WFA. Jadi, kurvanya agak melandai, bukan satu puncak yang ekstrem," ujar Rizki saat dihubungi di Yogyakarta, Selasa (24/3).
Berdasarkan data pantauan per 22 Maret 2026, volume kendaraan yang melintas di DIY sangat tinggi. Tercatat sebanyak 1.626.349 kendaraan masuk, sementara 1.391.226 kendaraan keluar dari wilayah DIY.
Beberapa titik pintu keluar utama mulai menunjukkan peningkatan aktivitas.
Sisi Timur (Prambanan) Kendaraan keluar (44.310 unit) mendominasi dibanding kendaraan masuk (29.067 unit).
Jalur Utara (Tempel/Krasak) arus cenderung seimbang dengan 53.823 unit keluar dan 55.015 unit masuk.
















































