jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - PSIM Yogyakarta harus pulang dengan tangan hampa setelah dipaksa mengakui keunggulan tuan rumah Borneo FC Samarinda dalam lanjutan BRI Super League, Minggu (1/2). Laskar Mataram menyerah dengan skor tipis 1-2 dalam laga yang berlangsung sengit tersebut.
Dua gol kemenangan Pesut Etam dicetak oleh Kaio Nunes dan Koldo Obieta, sementara PSIM hanya mampu memperkecil ketertinggalan melalui aksi gelandang andalan mereka, Ze Valente.
Hasil minor ini menjadi kekalahan kedua secara beruntun bagi anak asuh Jean-Paul Van Gastel.
Sebelumnya, PSIM juga harus menelan kekalahan telak 0-3 saat menjamu Persebaya Surabaya. Kekalahan berturut-turut ini menjadi sinyal waspada bagi tim kebanggaan warga Yogyakarta tersebut.
Meski kalah, pelatih PSIM Jean-Paul Van Gastel tetap memberikan apresiasi kepada anak asuhnya. Ia menilai secara permainan, Ze Valente dan kawan-kawan menunjukkan progres yang signifikan dibandingkan laga sebelumnya.
“Pada dasarnya saya pikir kami bermain cukup bagus, sama seperti saat melawan Persebaya, hanya saja kami berada di sisi skor yang belum beruntung," ujar Van Gastel usai laga.
Pelatih asal Belanda itu menegaskan bahwa dari segi mentalitas dan skema permainan, timnya tidak kalah kelas dari tuan rumah.
"Cara kami menampilkan performa di lapangan, saya pikir itu sangat positif,” tambahnya.








.jpeg)








































