bali.jpnn.com, SURABAYA - Bernardo Tavares benar-benar kecewa dengan hasil imbang yang diperoleh Persebaya saat ditahan 1 – 1 oleh Dewa United pada laga pekan ke-19 Super League 2025-2026 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Minggu (1/2) malam.
Mantan pelatih PSM Makassar ini bahkan menganalogikan permainan pemain Persebaya pada babak kedua seperti tukang pos.
Hal ini setelah terjadi penurunan kecepatan sirkulasi bola, sehingga membuat pemain Persebaya kesulitan membongkar pertahanan rapat Dewa United.
“Meski unggul jumlah pemain, kami tidak cukup pintar memindahkan bola dengan cepat.
Sekarang kita bisa mengirim email lebih cepat, tetapi pemain kami justru berlari membawa bola seperti tukang pos,” ujar Bernardo Tavares dilansir dari Antara.
Menurut Bernardo Tavares, lambatnya aliran bola membuat lini belakang Dewa United memiliki cukup waktu untuk menutup ruang.
“Kami hanya meraih satu poin dan kehilangan dua poin di rumah.
Ini artinya kami harus bekerja lebih keras lagi,” kata Bernardo Tavares.









.jpeg)







































