jpnn.com, JAKARTA - Aplikasi investasi digital Bibit.id, kembali mencatatkan prestasi dengan meraih penghargaan dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia (Kemenkeu RI). Bibit.id resmi dinobatkan sebagai Mitra Distribusi (Midis) Surat Berharga Negara (SBN) kategori Fintech terbaik selama empat tahun berturut-turut.
Penghargaan yang diterima pada 2026 ini mencakup dua kategori utama, yaitu Mitra Distribusi Surat Utang Negara (SUN) Ritel Terbaik Tahun 2025 Kategori Financial Technology dan Penyelenggara Perdagangan Melalui Sistem Elektronik. Kemudian, Mitra Distribusi Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Ritel Terbaik Tahun 2025 Kategori Financial Technology.
Head of Marketing Bibit, Angie Anandita, menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan bukti konsistensi perusahaan dalam memasarkan produk SBN dan SBSN kepada masyarakat luas.
"Penghargaan ini menjadi penegasan akan komitmen kami. Ke depannya, kami akan terus berinovasi dan fokus mengedukasi masyarakat untuk berkontribusi membangun negeri lewat investasi SBN dan SBSN," ujar Angie dalam keterangannya, Selasa (7/4).
Sejak resmi ditunjuk sebagai mitra distribusi pada awal 2022, Bibit secara konsisten membukukan angka penjualan terbanyak untuk kategori fintech di berbagai seri SBN. Prestasi tanpa absen sejak 2022 hingga 2025 ini memperkuat posisi Bibit sebagai pemimpin pasar di industri investasi digital.
Direktur Bibit, Hilmawan Kusumajaya, menambahkan bahwa keberhasilan ini didorong oleh kepercayaan basis pengguna yang semakin luas. Jika sebelumnya Bibit identik dengan milenial dan Gen Z, kini investor berusia di atas 40 tahun juga mulai mendominasi platform tersebut.
"Di tengah ketidakpastian ekonomi global, masyarakat Indonesia justru menunjukkan antusiasme tinggi terhadap instrumen SBN. Kami berharap momentum positif ini dapat terus diperkuat pada 2026," tutur Hilmawan.
Kehadiran platform digital seperti Bibit terbukti efektif meningkatkan basis investor dalam negeri. Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), jumlah investor SBN di Indonesia terus meroket dalam lima tahun terakhir yakni 611 ribu investor di tahun 2021, 831 ribu investor di 2022,




















































