jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI buka suara soal kapal pesiar ekspedisi J7 Explorer milik pengusaha asal Kalimantan Selatan, Andi Samsudin Arsyad atau Haji Isam, mendadak jadi perbincangan hangat di media sosial.
Pemicunya, lambung kapal sepanjang 120 meter tersebut tampak disemati logo resmi Kemhan.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan RI Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menjelaskan, penempelan logo Kemhan pada kapal milik Jhonlin Marine Transport tersebut menandakan aktivitas operasional armada berada di bawah otoritas dan penugasan pemerintah.
Menurut Brigjen Rico, kapal swasta tersebut dikerahkan untuk mendukung operasi dan logistik program strategis nasional, khususnya percepatan ketahanan pangan di berbagai wilayah Indonesia.
"Kapal digunakan untuk mendukung kegiatan dan mobilisasi kebutuhan program ketahanan pangan yang di sejumlah wilayah, termasuk Wanam, Papua Selatan, serta wilayah Kalimantan dan Sumatera," kata Rico, Sabtu, (15/8).
Rico menegaskan kepemilikan aset tetap berada di tangan pihak swasta. Namun, pemanfaatannya diarahkan penuh untuk menyokong kerja besar negara dalam mewujudkan swasembada pangan.
Kapal J7 Explorer sendiri dibangun di Batam dan selesai pada 2022. Kapal berbobot 8.076 GT ini dilengkapi 25 kabin yang sanggup menampung sekitar 50 tamu, fasilitas helipad, serta akomodasi kru dalam jumlah besar.
Namun, alih-alih dipakai untuk plesiran mewah, kapal megah ini disulap Haji Isam menjadi "kapal induk" atau pangkalan bergerak (floating base camp) untuk mendukung proyek pencetakan sawah skala besar di Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan.





















































