jpnn.com - MAUMERE - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8) menelan korban jiwa.
AFP melaporkan, gempa menewaskan sedikitnya 20 orang.
Informasi tersebut didapatkan dari seorang pejabat SAR Maumere Fathur Rahman.
"Berdasarkan laporan yang kami terima, 20 orang meninggal dunia, enam orang terluka, dan dua orang masih tertimbun," ujar Fathur melalui sambungan telepon kepada AFP.
Fathur mengaku sedang dalam perjalanan menuju lokasi kejadian menggunakan perahu.
Sementara itu, BMKG menyebut episentrum gempa berada di Kabupaten Nagekeo, sekitar 30 kilometer timur laut dengan kedalaman 15 kilometer.
Nagekeo merupakan satu dari delapan kabupaten yang membagi Flores. Nagekeo beribu kota Mbay.
Tujuh kabupaten yang juga berada di Flores -pulau yang mengambil nama dari bahasa Portugis; cabo de flores, yang berarti tanjung bunga itu, yakni Manggarai Barat (dengan ibu kota Labuan Bajo), Manggarai (Ruteng), Manggarai Timur (Borong), Ngada (Bajawa), Ende (Ende), Sikka (Maumere), dan Flores Timur (Larantuka). (jpnn/afp)





















































