jatim.jpnn.com, SURABAYA - Mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknologi Elektro dan Informatika Cerdas (FTEIC) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya Maria Goreti Dhiki mengembangkan sistem berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk mendeteksi transaksi keuangan tidak biasa pada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Inovasi tersebut dituangkan dalam skripsi berjudul Deteksi Anomali Transaksi Keuangan Menggunakan Isolation Forest dengan Time-Aware Feature Engineering.
Karya Maria juga terpilih sebagai salah satu skripsi termenarik versi media massa dalam rangkaian Wisuda ke-133 Untag Surabaya.
Gagasan penelitian tersebut berangkat dari semakin tingginya penggunaan transaksi digital di kalangan pelaku UMKM.
Namun, peningkatan transaksi digital tersebut belum sepenuhnya diikuti sistem pengawasan yang memadai. Kondisi ini membuat pelaku usaha harus melakukan pemeriksaan transaksi secara lebih cermat untuk mengetahui adanya aktivitas keuangan yang tidak biasa.
Maria kemudian mengembangkan teknologi yang diharapkan dapat membantu pelaku UMKM melakukan pengawasan transaksi secara lebih praktis dan cepat.
"Makin banyak UMKM yang memanfaatkan transaksi digital, tetapi belum semuanya memiliki sistem untuk memantau aktivitas keuangan secara otomatis. Saya ingin membuat teknologi yang sederhana, tetapi mampu membantu pelaku usaha mengenali transaksi yang tidak wajar lebih cepat sehingga dapat segera diperiksa," ujar Maria.
Dalam penelitiannya, Maria memanfaatkan algoritma kecerdasan buatan Isolation Forest.


















































