jateng.jpnn.com, SEMARANG - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah (Jateng) masih mengobservasi kondisi macan kumbang yang masuk ke permukiman di Dukuh Ngasinan, Desa Gunungsari, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang.
Macan kumbang itu muncul di permukiman warga lereng Gunung Prau, Rabu (12/8) sekitar pukul 05.30 WIB. Satwa dilindungi tersebut, juga sempat memangsa ayam dan marmot milik warga.
Kepala BKSDA Jateng Dyah Sulistyari mengatakan penanganan satwa dengan nama latin Panthera pardus melas itu dievakuasi dalam kondisi kakinya terluka.
“Masih dilakukan observasi kesehatan. Karena kondisinya ada luka di kaki kanan depan, luka basah, tetapi bukan luka baru. Jadi perlu penanganan intensif,” kata Dyah, Sabtu (15/8).
Dia menyebut usia macan kumbang liar jantan dengan berat 25 kilogram tersebut diperkirakan 10 tahun.
“Sudah dewasa, tetapi hitungannya kurus, makanya perlu penanganan,” ujarnya.
Dyah mengungkap kemunculan macan kumbang di Batang bukan kali pertama. Laporan masyarakat menyebutkan bahwa sempat melihat keberadaan macan kumbang beberapa kali.
“Kalau masuk kampung baru pertama, tetapi orang cocok tanam lihat (macan kumbang, red) banyak laporannya,” tuturnya.


















































