jpnn.com, JAKARTA - Asosiasi Dosen dan Peneliti Ilmu Komunikasi Indonesia (ADPIKI) mendorong penguatan peran dosen sebagai otoritas akademik melalui pengembangan riset orisinal yang berdampak, seiring meningkatnya tantangan di dunia pendidikan tinggi yang makin dinamis dan berbasis data.
Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan Forum Masterclass ADPIKI Menuju Aksi yang digelar secara daring pada Jumat (24/4/2026).
Ketua Umum ADPIKI Dr. Heri Budianto menegaskan dosen tidak lagi cukup hanya berperan sebagai pengajar, tetapi harus mampu membangun otoritas keilmuan melalui kontribusi nyata dalam penelitian.
"Dosen hari ini harus naik kelas, tidak hanya sebagai ‘tukang ngajar’, tetapi menjadi rujukan keilmuan yang diakui melalui riset yang kredibel dan berdampak,” ujar Heri.
Dia menjelaskan penguatan budaya riset menjadi kunci dalam menjawab tantangan mahasiswa yang makin kritis serta kemudahan akses informasi di era digital.
Menurut dia, otoritas akademik tidak lagi ditentukan oleh gelar atau jabatan, melainkan oleh rekam jejak kontribusi ilmiah yang dapat diverifikasi dan dimanfaatkan oleh komunitas akademik.
Profesor Komunikologi Universitas Padjadjaran Engkus Kuswarnomenilai kehadiran ADPIKI tidak dapat dipandang sekadar sebagai pembentukan organisasi baru, melainkan sebagai momentum penting dalam konsolidasi keilmuan komunikasi di Indonesia.
Dia menegaskan ADPIKI hadir untuk menjembatani kesenjangan antara dosen dan peneliti yang selama ini terfragmentasi, sekaligus memperkuat posisi keduanya sebagai satu komunitas epistemik yang memiliki otoritas dalam produksi pengetahuan.




















































