jpnn.com, SURABAYA - Kemajuan sebuah bangsa tidak hanya ditentukan oleh kekuatan ekonomi atau sumber daya alamnya, tetapi juga oleh kemampuannya melahirkan gagasan-gagasan besar untuk menjawab tantangan zaman.
Pesan itulah yang disampaikan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat menghadiri pertemuan Dewan Pakar Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA UNAIR) di Kampus Universitas Airlangga, Surabaya.
Dalam kapasitasnya sebagai Ketua Dewan Pakar IKA UNAIR, AHY menegaskan bahwa kampus memiliki peran strategis sebagai sumber pemikiran yang dapat memperkuat kualitas kebijakan publik.
Menurutnya, pemerintah membutuhkan dukungan akademik yang kuat agar setiap keputusan yang diambil memiliki landasan data, riset, dan analisis yang memadai.
“Pemerintah setiap hari harus mengambil keputusan. Karena itu perlu pengayaan, perlu penelitian, perlu dukungan data maupun hasil riset yang relevan,” ujar AHY.
Ia menjelaskan bahwa salah satu agenda yang akan didorong Dewan Pakar IKA UNAIR adalah penyusunan policy paper dan policy recommendation yang dapat menjadi masukan bagi pemerintah pusat maupun daerah.
AHY menilai tantangan pembangunan saat ini semakin kompleks, mulai dari dinamika ekonomi global, perkembangan teknologi, perubahan iklim, hingga transformasi sosial yang berlangsung sangat cepat. Dalam situasi seperti itu, negara membutuhkan lebih banyak ruang untuk berpikir jauh ke depan.
Karena itu, ia berharap tradisi intelektual di lingkungan kampus terus hidup dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional.





















































