jpnn.com, JAKARTA - Aliansi Dewan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (DEMA PTKIN) menggelar aksi solidaritas untuk Venezuela pada Kamis, 8 Januari 2025.
Massa aksi membawa sejumlah perangkat dan akomodasi, di antaranya mobil komando, bus, sepeda motor, serta berbagai banner dan poster bernada protes.
Beberapa narasi yang ditampilkan antara lain 'Ganyang Trump' dan 'Hari Ini Venezuela, Ke Depan Mungkin Indonesia'.
Seperti diketahui, Presiden Venezuela ditangkap oleh Amerika Serikat (AS).
Korpus PTKIN, Miftahul Rizqi menyatakan lewat aksi itu pihaknya itu menyuarakan penolakan terhadap apa yang mereka sebut sebagai bentuk premanisme global dan intimidasi militer Amerika Serikat terhadap Venezuela.
Tak hanya itu, DEMA PTKIN mengutuk keras segala bentuk tindakan sepihak, intimidasi militer, dan upaya provokasi yang dilakukan Amerika Serikat terhadap Venezuela.
Mereka juga menuntut Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk Indonesia mengambil sikap tegas terkait dugaan penyulikan yang dinilai sewenang-wenang.
Dia menyampaikan tindakan unilateral Amerika Serikat berpotensi melemahkan tatanan hukum internasional.












.jpeg)









































