jpnn.com, SEMARANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang belum menerapkan kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) selama satu hari dalam sepekan setiap Jumat.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan kebijakan tersebut masih dalam tahap pembahasan internal.
Saat ini, pihaknya memprioritaskan langkah konkret penghematan energi, khususnya bahan bakar minyak (BBM), tanpa mengganggu pelayanan publik.
“Tadi saya minta untuk dirapatkan, sekaligus kami minta ada aksi yang lebih spesifik, tidak hanya WFH,” kata Agustina di Balai Kota Semarang, Kamis (9/4).
Dia menyebut prinsip utama kebijakan yang tengah dikaji adalah memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.
Menurutnya, WFH bukan satu-satunya solusi penghematan energi. Pemkot Semarang justru menekankan pada pengurangan konsumsi BBM di lingkungan kerja.
“Yang lebih penting adalah bagaimana caranya mengurangi penggunaan BBM. Kalau WFH, tetapi mobil dinas tetap mendapatkan dukungan BBM, maka proses penghematannya tidak maksimal,” ujarnya.
Agustina menjelaskan saat ini jajaran Pemkot Semarang sedang menghitung dan mengkaji skema pengurangan penggunaan BBM. Namun, kebijakan itu dipastikan tidak boleh berdampak pada kualitas layanan publik.





















































