Ancaman Bencana Belum Usai, Probolinggo Usulkan Perpanjangan Status Darurat

5 hours ago 15

Kamis, 26 Maret 2026 – 11:36 WIB

Ancaman Bencana Belum Usai, Probolinggo Usulkan Perpanjangan Status Darurat - JPNN.com Jatim

Salah satu jembatan yang putus diterjang banjir yang menerjang di Kabupaten Probolinggo pada pertengahan Januari 2026. ANTARA/HO-BPBD Probolinggo

jatim.jpnn.com, PROBOLINGGO - Status tanggap darurat bencana di Kabupaten Probolinggo diusulkan diperpanjang hingga 30 Juni 2026.

Usulan tersebut disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief menyusul tingginya potensi bencana di wilayah setempat.

"Status tanggap darurat bencana cuaca ekstrem dan hidrometeorologi basah yang sebelumnya berakhir pada 31 Maret 2026, saat ini diusulkan untuk diperpanjang hingga 30 Juni 2026," kata Oemar dalam rapat koordinasi siaga bencana, Rabu (25/3).

Rakor tersebut dipimpin Sekretaris Daerah Ugas Irwanto dan diikuti seluruh kepala OPD serta camat se-Kabupaten Probolinggo.

Menurut Oemar, sejak awal 2026, kejadian bencana di Probolinggo didominasi banjir, cuaca ekstrem, dan tanah longsor. Kondisi tersebut membuat penanganan darurat masih terus berlangsung di sejumlah wilayah.

"Kami mengusulkan perpanjangan status tanggap darurat hingga 30 Juni 2026 karena progres penanganan masih berjalan dan potensi bencana masih ada. Pelaksanaan di lapangan juga menunggu kondisi potensi bahaya berkurang," ujarnya.

Selama periode Lebaran, BPBD juga mencatat adanya kejadian kebakaran rumah serta krisis air bersih akibat gangguan layanan PDAM di beberapa wilayah.

Oemar mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama pada masa pancaroba Maret hingga April 2026.

BPBD Probolinggo mengusulkan perpanjangan status tanggap darurat hingga Juni 2026 karena potensi bencana masih tinggi.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News

Read Entire Article
| | | |