jatim.jpnn.com, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengingatkan seluruh daerah untuk waspada menghadapi potensi kemarau ekstrem yang kerap dikaitkan dengan fenomena 'Godzilla El Nino'.
Khofifah meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten/kota meningkatkan kesiapsiagaan secara terukur dan terkoordinasi.
"Berbagai langkah antisipatif telah disiapkan. Pompa-pompa air dalam akan disiapkan menghadapi musim kemarau oleh Dinas PU Sumber Daya Air Jatim kepada daerah-daerah yang sudah dipetakan terjadinya musim kemarau," kata Khofifah, Jumat (10/4).
Pemprov Jatim, kata dia, telah menyiapkan sejumlah langkah antisipatif, salah satunya penyediaan pompa air dalam untuk daerah rawan kekeringan. Langkah itu dilakukan agar Indeks Pertanaman (IP) tetap terjaga di angka 2,7.
"Kita harus melakukan kewaspadaan berganda," ujarnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Khofifah saat meresmikan Gedung Gerha Majapahit dan GOR BPBD Jawa Timur di Sidoarjo.
Gedung Gerha Majapahit difungsikan sebagai pusat pengelolaan logistik dan peralatan kebencanaan. Sementara itu, GOR BPBD dibangun untuk mendukung kegiatan pelatihan, pembinaan fisik, serta peningkatan kesiapan personel.
Khofifah juga menekankan pentingnya pengelolaan logistik berbasis digital dengan sistem First In First Out (FIFO).


















































