ASKLIGI dan Keprihatinan Kesehatan Gigi Indonesia

6 hours ago 12

ASKLIGI dan Keprihatinan Kesehatan Gigi Indonesia

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Peserta Seminar dan Rakernas Asosiasi Klinik dan Laboratorium Gigi Indonesia (ASKLIGI) beberapa waktu lalu. Foto: Source for JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Asosiasi Klinik dan Laboratorium Gigi Indonesia (ASKLIGI) dalam program prioritasnya mengupayakan turut mengatasi permasalahan kesehatan gigi yang memprihatinkan.

Data Cek Kesehataan Gratis (CKG) yang diselenggarakan Kementerian Kesehatan menunjukkan, pada 2025 dari sekitar 36 juta orang yang diperiksa ternyata masalah terbanyak adalah penyakit gigi.

Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 ternyata 56,9% penduduk memngeluhkan sakit gigi, namun hanya 11,2% yang mendapatkan perawatan dari tenaga kesehatan gigi.

Kemudian saat ini terdapat 2.667 puskesmas atau 26,2% dari seluruh puskesmas di Indonesia tidak ada dokter gigi.

Pernyataan tersebut mengemuka dalam siaran pers ASKLIGI mengenai program kerja hasil Rapat Kerja Nasional pada 2 Mei 2026.

Pada Rakernas tersebut ditetapkan program kerja untuk turut serta mengatasi permasalahan kesehatan gigi nasional secara mendasar serta konseptual.

ASKLIGI akan menumbuhkan kesadaran bahwa selain perlu melaksanakan perawatan, namun untuk mereduksi besarnya permasalahan, maka prioritas harus pada promosi kesehatan gigi serta pencegahan penyakit gigi.

Selanjutnya disampaikan, bahwa dalam pelaksanaan program ASKLIGI sangat mengapresiasi arahan dari BPJS Kesehatan pada pembukaan Rakernas.

ASKLIGI dalam program prioritasnya mengupayakan turut mengatasi permasalahan kesehatan gigi yang memprihatinkan.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |