Aturan Larangan Media Sosial Indonesia Tuai Kritik dan Pujian Dari Anak dan Orang Tua

7 hours ago 20

Aturan Larangan Media Sosial Indonesia Tuai Kritik dan Pujian Dari Anak dan Orang Tua

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Influencer anak asal Indonesia, Charissa Putri Chandra Kirana, menghidupi keluarganya melalui penghasilannya dari media sosial. (Supplied)

Keputusan Indonesia untuk melarang media sosial bagi anak-anak di bawah usia 16 tahun telah membuat influencer remaja Charissa Putri Chandra Kirana, akrab disapa Cha-Cha, patah hati.

"Bisa gitu pemerintah tuh jahat gitu loh kadang-kadang sama influencer anak-anak? Maksudnya anak-anak juga ingin berkarya di Indonesia, termasuk Cha-Cha," katanya.

"Semua anak-anak itu tidak selamanya dapat warisan dari orangtua, pasti ada yang merintis dari bawah."

Charissa, yang memiliki 800.000 pengikut di Instagram, memposting konten yang mengkritik program pemerintah Indonesia dan menyuarakan hak, serta keselamatan anak-anak.

Selain dari monetisasi kontennya, Cha-Cha juga memperoleh penghasilan dari konten 'endorsement' beberapa perusahaan 'skincare' dan restoran.

Ibu Cha-Cha, Eva Rosalina mengatakan anaknya bisa memperoleh kurang lebih Rp35 juta per bulan untuk membayar uang sekolah dirinya, kakaknya, serta biaya perawatan medis ibunya.

Eva mengatakan butuh beberapa tahun bagi Cha-Cha untuk membangun kariernya sebagai 'content creator.'

"Cha-Cha sedih ketika ada kebijakan pemerintah untuk menghapus akun-akun anak di bawah usia 16 tahun karena dia berpendapat bahwa enggak semua anak-anak itu dalam akunnya itu negatif," ujar Eva.

Di Indonesia yang memiliki populasi 70 juta anak, sebagian mempertanyakan bagaimana larangan media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun dapat diberlakukan secara efektif, sementara yang lain menyambut dengan baik

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |