jpnn.com, JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak bertambah atau tetap di angka 111 jiwa.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan telah merekam ribuan guncangan susulan dengan estimasi masih akan berlangsung hingga satu bulan ke depan.
“Hari ini kami tidak mencatat adanya jumlah orang yang meninggal bertambah, sehingga jumlah yang meninggal di catatan kami sebesar 111 orang,” ucap Berton.
Untuk sebaran korban jiwa sebanyak 111 orang, konsentrasi terbanyak berada di Kabupaten Manggarai dengan 45 jiwa, diikuti Manggarai Timur 38 jiwa, dan Nagekeo 13 jiwa.
Berdasarkan profil korban, sebanyak 56,4 persen merupakan perempuan dan 43,6 persen laki-laki, dengan proporsi kelompok umur didominasi lansia (45 persen) dan usia dewasa (37 persen).
Selanjutnya, Berton juga mengungkapkan ada 8.794 gempa susulan dengan rentang kekuatan gempa berkisar antara magnitudo 1,0 hingga yang terbesar magnitudo 6,2.
"Hingga hari ini setelah gempa 7,7 magnitudo tanggal 15 Agustus 2026 yang lalu, BMKG sudah mencatat adanya 8.794 kali gempa susulan," kata dia.
Aktivitas seismik susulan itu diprakirakan oleh para ahli masih berlanjut selama 3 hingga 4 minggu sejak gempa utama.






















































