bali.jpnn.com, DENPASAR - Bali meningkatkan kewaspadaan terhadap kasus Super Flu atau influenza A (H3N2) subclade K hingga tingkat terbawah, yaitu puskesmas.
Meski sampai saat ini belum ditemukan kasus penularan Super Flu, Dinkes Bali terus melakukan pemantauan lewat sistem kewaspadaan dini respons (SKDR).
Ketika SKDR melaporkan adanya peningkatan kasus influenza di fasilitas kesehatan, Dinas Kesehatan akan melakukan antisipasi dengan memverifikasi, menyelidiki epidemiologi, dan turun ke wilayah kerja masing-masing.
Jika dicurigai dapat dilakukan uji laboratorium.
“Di Bali sementara ini masih aman, tetapi tentu kewaspadaan perlu ditingkatkan.
Kami sudah merapatkan barisan dengan kabupaten/kota untuk kewaspadaan sampai di tingkat puskesmas,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Bali I Gusti Ayu Raka Susanti dilansir dari Antara.
Namun, Raka Susanti mengingatkan tidak semua kasus influenza adalah Super Flu, bisa jadi flu biasa akibat perubahan musim dan mobilitas masyarakat yang tinggi.
Bali sendiri menjadi daerah yang rawan terkena penularan Super Flu karena daerah pariwisata yang didatangi banyak orang dari beragam wilayah.



















































