Banjir di Lereng Merapi: 15 Truk Hanyut, 3 Meninggal Dunia, 2 Masih Hilang

1 month ago 27

Rabu, 04 Maret 2026 – 18:00 WIB

 15 Truk Hanyut, 3 Meninggal Dunia, 2 Masih Hilang - JPNN.com Jogja

Tangkap layar video dokumentasi warga merekam banjir di lereng Gunung Merapi.

jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Hujan dengan intensitas ekstrem yang mengguyur kawasan puncak Gunung Merapi pada Selasa sore (3/3) memicu banjir lahar hujan hebat di sejumlah aliran sungai. Insiden ini mengakibatkan tiga orang meninggal dunia, belasan truk hanyut, dan dua orang lainnya masih dalam pencarian.

Mengacu pada keterangan resmi dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), hujan mulai mengguyur puncak Merapi sekitar pukul 15.00 WIB dengan intensitas yang sangat tinggi.

Tercatat curah hujan mencapai 144 milimeter selama empat jam, angka yang jauh melampaui ambang batas aman.

Meski sistem peringatan dini otomatis telah diaktifkan sejak pukul 15.15 WIB, aliran lahar yang membawa material vulkanik bergerak sangat cepat.

Pada pukul 16.30 WIB, banjir lahar menerjang lima sungai utama, yakni Sungai Gendol, Sungai Apu, Sungai Trising, Sungai Senowo, dan Sungai Pabelan.

Berdasarkan data dari BPBD Kabupaten Magelang per 4 Maret 2026, terjangan lahar ini menimbulkan kerugian jiwa dan materiel yang signifikan.

Tiga korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, yakni Imam Setiawan (21, asal Semarang), Fuad Hasan (25, asal Magelang), dan Heru (24, asal Magelang).

Enam orang mengalami luka-luka, sementara 2 orang lainnya dilaporkan masih hilang dan dalam proses pencarian.

Banjir di kaki Gunung Merapi pada Selasa (3/3) telah menyebabkan setidaknya tiga orang meninggal dunia dan dua lainnya masih hilang.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jogja di Google News

Read Entire Article
| | | |