jateng.jpnn.com, PEKALONGAN - Jalur kereta api antara Stasiun Pekalongan dan Stasiun Sragi, Jawa Tengah, kembali dapat dilintasi setelah banjir yang menggenangi wilayah Pekalongan berangsur surut, Senin (19/1) siang.
Meski demikian, PT Kereta Api Indonesia (KAI) masih memberlakukan pembatasan kecepatan bagi kereta api yang melintas di jalur tersebut.
“Genangan sudah surut, ketinggian air sudah berada di bawah kepala rel,” kata Manajer Humas PT KAI Daop 4 Semarang Luqman Arif.
Menurut Luqman, kereta api yang melintas di jalur tersebut hanya diperbolehkan melaju dengan kecepatan maksimal 30 kilometer per jam demi menjaga keselamatan perjalanan.
Setelah surutnya genangan, KAI langsung melakukan percepatan normalisasi jalur rel. Fokus utama saat ini adalah memastikan kondisi rel kembali sesuai standar teknis sebelum operasional berjalan normal.
“Petugas melakukan langkah teknis untuk memperbaiki geometri rel atau mengembalikan posisi rel agar sesuai standar, baik dari sisi ketinggian, kelurusan, kemiringan, maupun kestabilan,” jelasnya.
Dia berharap upaya tersebut dapat segera memulihkan operasional perjalanan kereta api secara normal.
“KAI terus mempercepat normalisasi dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan perjalanan kereta api,” tegas Luqman.
















































