jatim.jpnn.com, JEMBER - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember masih berupaya mengevakuasi batu berukuran besar yang longsor dan menutup akses jalan antar-dusun di Desa Sukoreno, Kecamatan Kalisat.
Batu raksasa dengan tinggi sekitar 5 meter, panjang 2 meter, dan lebar 1,2 meter itu menutup separuh badan jalan desa, sehingga kendaraan roda empat belum bisa melintas hingga Rabu (21/1).
"Hari ini akses jalan masih belum bisa dilewati oleh kendaraan roda empat dan proses pemecahan batu masih berlangsung secara manual," kata Kepala BPBD Jember Edi Budi Susilo saat dikonfirmasi.
Longsor terjadi pada Jumat (16/1) setelah hujan deras mengguyur wilayah Kecamatan Kalisat dan menyebabkan struktur tanah di tebing jalan menjadi labil. Material longsor berupa tanah sudah dibersihkan, namun batu berukuran besar baru mulai ditangani sejak Selasa (20/1).
“Tidak ada korban dalam kejadian itu,” ujarnya.
Menurut Edi, batu tersebut harus dipecah terlebih dahulu secara manual menjadi ukuran yang lebih kecil sebelum dapat dievakuasi menggunakan alat berat.
"Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk mendatangkan alat berat. Namun, alat berat tersebut digunakan setelah batu besar itu dipecah menjadi bagian yang lebih kecil agar mudah dipindahkan," katanya.
BPBD Jember memperkirakan proses pemecahan batu membutuhkan waktu sekitar lima hari. Untuk alasan keselamatan, petugas juga telah memasang garis polisi di sekitar lokasi agar tidak ada warga yang mendekat.



















































