Koster: Seruan Bersama Nyepi Tetap Sama, Takbiran Tanpa Pengeras Suara

2 hours ago 18

Kamis, 12 Maret 2026 – 11:28 WIB

 Seruan Bersama Nyepi Tetap Sama, Takbiran Tanpa Pengeras Suara - JPNN.com Bali

Gubernur Wayan Koster menegaskan bunyi seruan bersama yang sudah disampaikan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Bali mengenai Hari Raya Nyepi tetap sama. Foto: ANTARA/HO

bali.jpnn.com, DENPASAR - Gubernur Wayan Koster menegaskan bunyi seruan bersama yang sudah disampaikan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Bali mengenai Hari Raya Nyepi tetap sama.

Adapun seruan bersama yang paling disoroti adalah kebijakan takbiran apabila keputusan Sidang Isbat menunjukkan 1 Syawal jatuh pada 20 Maret 2026 atau sehari setelah Nyepi.

Bunyi seruan tersebut, yaitu tetap memberi izin beribadah umat Muslim dengan berjalan kaki ke masjid dan tanpa pengeras suara.

“Tadi bersepakat tidak berubah,” ujar Koster dilansir dari Antara.

Menurutnya, Pemprov Bali tengah menunggu hasil Sidang Isbat terkait potensi kesamaan waktu antara malam takbiran dan Hari Raya Nyepi.

Politikus PDIP ini mengimbau organisasi Islam seperti MUI, NU, dan Muhammadiyah untuk mengajak umatnya menjaga kekhidmatan Nyepi.

Dalam pertemuan tertutup, seluruh forum keagamaan sepakat menjaga kondusifitas di Bali.

“Intinya adalah saling menghormati, toleransi, keharmonisan dan menjaga kerukunan antarumat beragama,” kata Koster.

Gubernur Wayan Koster menegaskan bunyi seruan bersama yang sudah disampaikan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Bali mengenai Hari Raya Nyepi tetap sama.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Bali di Google News

Read Entire Article
| | | |