jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Tujuh juta orang diprediksi masuk ke Kota Yogyakarta selama momen libur Natal dan Tahun Baru 2026.
Untuk itu, Pemerintah kota Yogyakarta dan Polresta Yogyakarta serta pihak terkait menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk mencegah terjadinya penumpukan kendaraan.
Rekayasa lalu lintas bakal diterapkan di kawasan Malioboro dan sekitarnya untuk mengurai kepadatan di jalan.
“Kami tidak akan menutup Malioboro. Jadi, tidak ada uji coba full pedestrian Malioboro di Nataru ini sehingga akan tetap berjalan seperti biasa," kata Hasto, Rabu (17/12).
Penutupan Malioboro masih melihat kondisi masyarakat ketika malam pergantian tahun baru.
Kasat Lantas Polresta Yogyakarta AKP Alvian Hidayat menjelaskan bahwa arus lalu lintas dari Jalan Laksda Adisucipto ke Malioboro diarahkan melalui Jalan Dr. Wahidin, Dr. Sutomo, Bausasran Gajah Mada, Sultan Agung ke Jalan Mataram.
Di simpang empat UKDW, Gayam dan Hayam Wuruk akan diberi petunjuk arah ke Malioboro.
"Ada rekayasa insidentil satu arah di Jalan Bausasran ke barat dan Jalan Gajah Mada ke selatan. Ini secara insidentil tidak setiap hari dan setiap jam, pada saat jam-jam padat saja,” ujarnya.


















































