Kemenkes: 30 Persen Remaja Indonesia Anemia, PBNU Perkuat Edukasi di Pesantren

4 hours ago 14

Kamis, 30 Juli 2026 – 21:30 WIB

 30 Persen Remaja Indonesia Anemia, PBNU Perkuat Edukasi di Pesantren - JPNN.com Jatim

Halaqah Implementasi Pendidikan Kesehatan Reproduksi Santri di Pesantren Batch II di Pondok Pesantren Bayt Al Hikmah, Pasuruan, Kamis (30/7). Foto: Source for JPNN

jatim.jpnn.com, SURABAYA - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Gerakan Keluarga Maslahat Nahdlatul Ulama (GKMNU) kembali menggelar Halaqah Implementasi Pendidikan Kesehatan Reproduksi Santri di Pesantren Batch II di Pondok Pesantren Bayt Al Hikmah, Pasuruan, Kamis (30/7).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pendidikan kesehatan reproduksi di lingkungan pesantren sekaligus menyiapkan santri menghadapi berbagai tantangan kesehatan remaja.

Ketua PBNU Bidang Kesejahteraan Kerakyatan Alissa Qatrunnada Wahid menegaskan pesantren memiliki posisi strategis karena tidak hanya menjadi lembaga pendidikan, tetapi juga ruang pengasuhan yang membentuk karakter dan nilai kehidupan santri.

"Pesantren punya dua-duanya sebagai lembaga pendidikan, tetapi sekaligus juga ruang pengasuhan. Kalau ruang pengasuhan berarti transmisi nilai itu akan masuk. Mempersiapkan perkembangan personal itu juga akan terjadi. Nah, ini peran-peran ini besar sekali potensinya di pesantren," ujar Alissa.

Menurut dia, banyak remaja saat ini memperoleh informasi mengenai perilaku seksual dari berbagai sumber, tetapi tidak dibekali pemahaman yang benar mengenai kesehatan reproduksi maupun perkembangan dirinya.

Karena itu, pendidikan kesehatan reproduksi di pesantren dinilai penting agar santri mampu memahami tubuhnya sekaligus mengambil keputusan yang tepat dalam kehidupan.

"Program kesehatan reproduksi di pesantren menjadi penting sekali untuk membekali santri agar memahami bahwa kesehatan reproduksi bukan hanya soal fisik, tetapi juga kemampuan mengambil keputusan terbaik bagi dirinya dalam konteks perilaku reproduksi," katanya.

Alissa menjelaskan program tersebut tidak berhenti pada penyelenggaraan halaqah. PBNU akan melanjutkannya melalui pelatihan bagi para ustaz dan ustazah dalam bentuk Training of Trainers (ToT) hingga membentuk santri sebagai pendidik sebaya (peer educator).

PBNU melalui GKMNU memperkuat pendidikan kesehatan reproduksi di pesantren. Kemenkes mengungkap sekitar 30 persen remaja Indonesia mengalami anemia.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News

Read Entire Article
| | | |