jatim.jpnn.com, SURABAYA - Siapa sangka, bisnis bumbu dapur Garlickys yang kini menembus pasar ekspor, berawal dari sekadar kebiasaan membuat garlic butter untuk konsumsi pribadi.
Pemilik Garlickys Nico Njoto Wijaya menceritakan usahanya tersebut dimulai pada 2019 di Surabaya, ketika dia sering membuat garlic butter sendiri di rumah.
“Awalnya cuma buat makan sendiri. Teman-teman kalau datang ke rumah suka, terus bilang kenapa enggak dijual saja biar kalau pengin bisa beli, enggak harus nunggu bertamu,” kata Nico.
Produk pertama yang dijual adalah garlic butter. Namun, penjualan awal tidak berjalan mulus.
“Awalnya enggak laku. Terus kami koreksi, ternyata kemasan kami jelek banget. Cuma ada merek, enggak ada informasi apa-apa,” ujarnya.

Pemilik Garlickys Nico Njoto Wijaya menunjukkan produk bumbu rumahan yang kini telah menembus pasar ekspor di empat negara, Senin (9/2). Foto: Arry Saputra/JPNN
Nico lalu memperbaiki tampilan produk dengan kemasan lebih rapi, lengkap dengan label tutup, badan botol, dan segel. Strategi itu mulai membuahkan hasil, meski produksi saat itu masih sangat terbatas, hanya sekitar 30 botol sekali produksi.



















































