jpnn.com, JAKARTA - Bea Cukai Malang intensifkan perannya sebagai industrial assistance dan trade facilitator melalui berbagai kegiatan pendampingan dan edukasi bagi pelaku usaha berpotensi ekspor di wilayah Malang.
Upaya itu untuk meningkatkan pemahaman teknis ekspor, sekaligus mendorong tumbuhnya pelaku usaha yang mampu bersaing di pasar internasional, sehingga memberikan dampak nyata bagi perekonomian daerah dan nasional.
Salah satu langkah tersebut diwujudkan melalui kegiatan Market Insight yang digelar Bea Cukai Malang pada Selasa (27/1), dengan fokus peluang pasar Singapura dan Malaysia.
Kepala Kantor Bea Cukai Malang, Johan Pandores mengatakan pihaknta mengadakan acarr itu sebagai bentuk komitmen dalam mendorong penguatan ekspor dan peningkatan daya saing pelaku usaha di wilayah Malang Raya dan sekitarnya.
"Singapura dan Malaysia dipilih karena kedua negara tersebut merupakan pintu strategis perdagangan Indonesia di kawasan ASEAN," ungkapnya.
Kedekatan geografis, stabilitas ekonomi, serta karakter pasar yang mirip menjadikan Singapura dan Malaysia sebagai tujuan ekspor potensial, khususnya bagi pelaku usaha dan UMKM.
Melalui forum ini, peserta memperoleh wawasan mengenai kebutuhan pasar, tren konsumsi, hingga regulasi terkini, sehingga pelaku usaha semakin siap, adaptif, dan berdaya saing dalam memanfaatkan peluang ekspor yang nyata dan berkelanjutan.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber Heru Hardjanto, AP, Atase Keuangan KBRI Singapura, serta Aziza Rahmaniar, Atase Perdagangan KBRI Kuala Lumpur, dan diikuti peserta dari berbagai daerah di Indonesia.






















































