jpnn.com - JAKARTA – Kementerian Pertanian terus berupaya menguatkan pengelolaan data Statistik Pertanian Hortikultura (SPH).
Hal itu pun dibahas melalui kegiatan Mentan Sapa Penyuluh Petani (MSPP) Volume 4, Jumat (6/2), yang disiarkan melalui kanal YouTube @pusluhtanri dan Zoom Meeting, serta diikuti penyuluh dan petani dari berbagai daerah.
Data SPH menjadi fondasi utama dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program pembangunan hortikultura nasional.
Kegiatan interaktif ini menghadirkan Widhiyanti Nugraheni, Statistisi Ahli Madya Sekretariat Direktorat Jenderal Hortikultura, sebagai narasumber utama, didampingi Edi Puspito, Penyuluh Pertanian Ahli Madya.
Diskusi dipandu moderator Feby Suci Ramadhany yang menjembatani dialog antara pusat dan daerah.
Kegiatan ini sejalan dengan komitmen Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam mempercepat swasembada pangan melalui pendayagunaan penyuluh, sebagaimana diatur dalam Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2025 tentang Pendayagunaan Penyuluh Pertanian untuk Percepatan Swasembada Pangan.
Dalam arahannya, Mentan Amran menekankan bahwa akurasi data lapangan menjadi kunci keberhasilan program pembangunan pertanian. Integritas dan kecepatan kerja penyuluh dinilai sangat menentukan ketepatan kebijakan yang diambil pemerintah.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti mendorong penguatan tata kelola data sebagai bagian dari profesionalisme aparatur.






















































