jpnn.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mendorong perusahaan superapp Grab membangun pusat data atau data center di Indonesia. Alasannya, Indonesia memiliki pengguna Grab paling banyak dibandingkan negara-negara lain di Asia Tenggara.
Airlangga menyatakan hal itu saat menyampaikan sambutan pada GrabX 2026 di Jakarta Pusat, Rabu (8/4). Menurut dia, sekitar 40 persen operasional perusahaan aplikasi asal Singapura itu berada di Indonesia.
"Karena besarnya pangsa pasar tersebut, ketersediaan pusat data di dalam negeri menjadi sebuah keharusan agar layanan dapat berjalan dengan sangat cepat dan efisien," ujar Airlangga yang berpidato dalam bahasa Inggris.
Dalam event yang dihadiri founder Grab Anthony Tan itu, Airlangga menegaskan data center seharusnya tersedia secara lokal. "Data Anda (Grab) harus disimpan di negara tuan rumah," imbuhnya.
Airlangga menuturkan pemerintah Indonesia memandang digitalisasi dan kecerdasan buatan atau akal imitasi (AI) sebagai mesin pertumbuhan baru bagi perekonomian nasional. Menurut dia, Indonesia memiliki nilai ekonomi digital yang sangat menjanjikan.
"Nilainya hampir mencapai USD 100 miliar,” ujar Airlangga di acara yang juga dihadiri dan Chief Operating Officer (COO) Grab Alex Hungate tersebut.

Mantan menteri perindustrian itu menyebut Indonesia sebagai pasar yang sangat menjanjikan untuk AI. Indonesia, kata Airlangga, juga menjadi negeri yang paling kompetitif untuk pengembangan ekonomi digital.




















































