jpnn.com, PALEMBANG - Perusahaan bioteknologi, Biochem by Prasetia, memperkenalkan solusi peningkatan produktivitas kelapa sawit melalui inovasi di sektor penyerbukan.
Langkah ini dilakukan sebagai respons atas tantangan industri sawit yang tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan lahan dan pemupukan, tetapi juga efektivitas proses penyerbukan.
Biochem menilai penyerbukan yang tidak optimal dapat berdampak pada rendahnya pembentukan buah serta hasil panen yang belum maksimal.
Untuk itu, perusahaan menghadirkan produk berbasis bioteknologi bernama Protecrop.
Produk tersebut dirancang untuk meningkatkan efektivitas penyerbukan melalui pendekatan alami berbasis minyak atsiri.
Protecrop bekerja dengan menarik kumbang penyerbuk utama kelapa sawit, yakni Elaedobius kamerunicus, agar proses penyerbukan berlangsung lebih merata.
Melalui mekanisme tersebut, frekuensi penyerbukan hingga ke bagian terdalam tandan dapat ditingkatkan secara signifikan.
Uji coba yang dilakukan menunjukkan adanya peningkatan bobot janjang rata-rata (BJR) sebesar 13,38 persen setelah aplikasi pertama.





















































