Bonnie Triyana Usul Kebudayaan Masuk Kurikulum PAUD lewat Revisi UU Sisdiknas

2 hours ago 13

Bonnie Triyana Usul Kebudayaan Masuk Kurikulum PAUD lewat Revisi UU Sisdiknas

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Anggota Komisi X DPR RI, Bonnie Triyana, dalam Rapat Kerja Komisi X DPR RI dengan Menteri Kebudayaan Fadli Zon di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (21/1). Foto: Dokpri

jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi X DPR RI, Bonnie Triyana, mendorong adanya integrasi kebudayaan ke dalam sistem pendidikan nasional, khususnya sejak jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Hal ini disampaikannya dalam Rapat Kerja Komisi X DPR RI dengan Menteri Kebudayaan Fadli Zon di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (21/1).

Anggota Fraksi PDI Perjuangan ini menyatakan bahwa saat ini bangsa Indonesia masih berada pada tahap institusionalisasi kebudayaan, belum pada tahap internalisasi nilai-nilainya.

“Rasa-rasanya, kita baru tahap mungkin institusionalisasi kebudayaan. Belum kepada internalisasi. Itu kelihatan sekali bahwa kita sudah punya Kementerian Kebudayaan, tetapi problemnya ternyata memang banyak daerah yang tidak punya kesadaran karena nilai-nilai kebudayaan itu tidak terinternalisasi,” ujar Bonnie.

Bonnie mengusulkan agar Kementerian Kebudayaan berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk memasukkan materi kebudayaan sebagai bagian dari kurikulum, terutama di PAUD. "Bagaimana kebudayaan ini materi ajarnya kalau perlu diberikan kepada anak-anak PAUD,” kata Bonnie.

Usulan ini, menurutnya, sejalan dengan proses Rancancan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) yang sedang digarap. “Salah satu usulan dari kami adalah bagaimana kalau PAUD atau TK itu punya kurikulum. Mungkin budaya ini harus ditanamkan,” jelasnya.

Bonnie menekankan periode usia dini sebagai masa krusial. “Supaya anak itu kan golden age atau periode penting dalam pertumbuhan anak itu kan 0-5 tahun. Itu PAUD. Jadi, kalau misalkan kita enggak punya guidance yang jelas soal pendidikan usia dini ini kan juga yang enggak punya fondasi yang kuat ke depannya,” tuturnya.

Selain itu, Bonnie juga mendorong pendukungan terhadap penulisan sejarah lokal dan sejarah daerah. “Jangan sampai ada istilah, anak bangsa ini tahu sejarah para pemimpinnya, tahu sejarah bangsa, tetapi enggak kenal dirinya sendiri karena sejarah lokalnya dilupakan,” tegasnya.

Menurut Bonnie, Komisi X DPR RI siap membantu mengonsolidasikan sejarawan dan penulis lokal di berbagai daerah untuk menggali dan menulis sejarah tersebut.

Bonnie Triyana menyatakan bahwa saat ini bangsa Indonesia masih berada pada tahap institusionalisasi kebudayaan, belum pada tahap internalisasi nilai-nilainya.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |