bali.jpnn.com, DENPASAR - Direktorat Utama BPJS Kesehatan resmi mengumumkan terobosan besar dalam digitalisasi layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dengan meluncurkan empat inovasi utama berbasis Artificial Intelligence (AI).
Langkah strategis ini diambil untuk menjawab keluhan klasik peserta terkait antrean panjang, kerumitan administrasi, serta pencegahan potensi kecurangan (fraud) dalam klaim kesehatan.
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti, dalam keterangan resminya di rsupleimena.co.id hari ini menegaskan bahwa transformasi digital pada 2026 bukan sekadar modernisasi sistem, melainkan upaya konkret untuk mewujudkan layanan kesehatan yang "Mudah, Cepat, dan Setara".
"Kami tidak ingin lagi mendengar peserta JKN kesulitan mendapatkan kamar atau mengantre berjam-jam hanya untuk administrasi.
Dengan integrasi AI, sistem kami kini bisa memprediksi, memvalidasi, dan melayani peserta secara real-time," ujar Ali Ghufron Mukti, Selasa (3/2).
Mengapa Inovasi Ini Viral di 2026?
Berdasarkan data tren pencarian Google Indonesia dalam 24 jam terakhir, kata kunci seperti "cara daftar antrean online BPJS 2026" dan "skrining riwayat kesehatan" mengalami lonjakan signifikan.
Hal ini dipicu oleh kebijakan baru Kementerian Kesehatan yang memberlakukan sistem rujukan berbasis kompetensi serta kewajiban skrining kesehatan ulang bagi peserta JKN mulai awal tahun ini.
Publik menuntut transparansi dan kecepatan.

















































