jatim.jpnn.com, SURABAYA - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bersama Universitas Surabaya (Ubaya) memperkuat kolaborasi dalam mendorong hilirisasi hasil riset sekaligus pengembangan ekosistem inovasi kesehatan di Jawa Timur.
Salah satu agenda yang didorong adalah pembentukan unit uji klinis di Jawa Timur guna mendukung pengembangan obat dan produk kesehatan berbasis riset.
Kepala BPOM RI Taruna Ikrar mengatakan kolaborasi antara perguruan tinggi, dunia usaha, dan pemerintah menjadi kunci mempercepat transformasi hasil penelitian menjadi produk yang bermanfaat bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikannya saat kuliah umum dan penandatanganan nota kesepahaman di Universitas Surabaya, Senin (15/6).
“Melalui konsep ABG (Academic, Business, and Government), kami yakin transfer teknologi dan pengembangan produk-produk inovatif bisa dipercepat sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat,” kata Taruna.
Menurut dia, banyak hasil penelitian perguruan tinggi yang memiliki potensi besar untuk menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya di bidang kesehatan.
Karena itu, produk-produk inovatif tersebut perlu didorong agar dapat lebih cepat dimanfaatkan masyarakat tanpa mengabaikan aspek keamanan, mutu, dan khasiat.
Taruna juga menyoroti besarnya potensi biodiversitas Indonesia yang dapat dikembangkan menjadi bahan baku obat.



















































