jpnn.com, PALEMBANG - Ekosistem ekonomi syariah di Kota Palembang kini memasuki baru. Melalui gelaran BSI Fest Ramadan 2026. Kolaborasi strategis antara perbankan dan regulator diperkuat untuk meningkatkan penetrasi keuangan syariah di Bumi Sriwijaya.
Kepala OJK Sumatera Selatan Arifin Susanto menegaskan bahwa antusiasme warga Palembang terhadap instrumen syariah, terutama investas emas, mengalami tren positif.
BSI Fest yang berlangsung pada 5-8 Maret 2026 ini hadir sebagai jembatan untuk memperdalam pemahaman masyarakat.
"Kami mendorong masyarakat untuk tidak sekadar menabung, tetapi juga berinvestasi. Fi sini, aspek finansial menyatu dengan nilai sosial melalui pengelolaan zakat, sedekah, dan wakaf dalam satu pintu," ujar Arifin, Jumat (6/3/2026).
Tahun 2026 menjadi catatan sejarah bagi PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI). Sebagai entitas yang kini resmi di bawah naungan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), BSI tampil lebih ekspansif.
RCEO BSI Regional III Palembang Ari Yusnairy Muslim menerangkan bahwa BSI kini bukan sekadar institusi keuangan, melainkan Mitra spiritual dan sosial. Salah satu daya tarik utama tahun ini adalah pengenalan layanan Bullion Bank (Bank Emas).
Jual beli emas fisik, tabungan emas, cicilan, hingga gadai emas. Margin kompetitif dengan skema syariah yang transparan.
"Terbarunya, pada event ini ada expo emas. Kami memperkenalkan cicilan emas termasuk perkembangan BSI terhadap layanan pembiayaan, kredit dan jasa," terang Ari.



















































