jabar.jpnn.com, KOTA BANDUNG - Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PKB, Habib Syarief mendorong percepatan digitalisasi pembelajaran harus dibarengi dengan fondasi etika, keamanan, dan kekuatan literasi yang matang.
Hal tersebut disampaikan Habib Syarief dalam rapat kerja Komisi X DPR RI bersama Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) di Jakarta, Rabu (26/11/2025).
Menurut Habib Syarief, program digital pembelajaran yang diluncurkan pemerintah merupakan lompatan penting.
Namun, dia mengingatkan, bahwa setiap kebijakan besar selalu memiliki dua sisi, manfaat dan risiko yang harus dimitigasi.
“Digitalisasi itu sudah tak terhindarkan, tetapi kita tidak boleh menutup mata terhadap dampak negatifnya. Para pendidik kini banyak yang kebingungan menghadapi perubahan yang terlalu cepat,” ujar Habib Syarief, dikutip Jumat (28/11/2025).
Dalam rapat kerja tersebut, Habib Syarief memulai pernyataannya dengan mengutip sebuah paragraf dalam buku Menteri Pendidikan tentang visi “kesalehan digital” sebagai fondasi bangsa masa depan.
Menurutnya, gagasan itu penting, tetapi masih menyisakan pertanyaan besar: bagaimana memastikan moralitas dan etika tetap berdiri kokoh saat teknologi menjadi medium utama belajar?
Habib Syarief mengungkapkan, banyak siswa hanya mampu menyerap sebagian kecil nilai positif dari dunia digital.



















































