jpnn.com, JAKARTA - BPI Danantara meminta pendampingan melekat dari KPK dalam setiap pelaksanaan proyek investasinya demi menutup celah korupsi sejak dini.
Sektor hilirisasi menjadi fokus utama pengawasan untuk mencegah terjadinya potensi kerugian negara.
“Kami tadi memohon bantuan kepada Bapak Deputi untuk mendampingi kami dalam berbagai macam proyek, khususnya proyek hilirisasi yang sekarang sedang kami lakukan,” ujar Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi KPK, Jakarta, Senin.
Dony menjelaskan permohonan Danantara tersebut disampaikan kepada KPK untuk mencegah terjadinya korupsi dalam setiap proyek yang dikerjakan Danantara.
“Kami tidak ingin proyek-proyek ini punya potensi untuk terjadinya korupsi di dalam pekerjaannya,” jelasnya.
Ia juga mengatakan permohonan tersebut disampaikan Danantara kepada KPK sesuai dengan harapan masyarakat Indonesia.
“Tentu saja kami ingin dalam pengerjaannya ini dilakukan secara baik dan transparan karena ini kan harapan masyarakat,” katanya.
Sementara itu, dia mengatakan pendampingan dari KPK tersebut diharapkan tidak hanya berfokus pada satu proyek saja, tetapi seluruhnya.




















































